Karakter Bangsa dan Bela Negara
Selama ini masyarakat hanya disibukkan dengan berbagai kepentingan pribadi
masing-masing, terutama untuk persoalan ekonomi dan perut. Anak-anak sebagai
generasi penerus bangsa lebih mengenal tokoh imajinasi dari luar (asing)
ketimbang tokoh nasional atau pahlawan bangsa, yang telah menyerahkan jiwa dan
raganya demi kepentingan Republik yang kini kita nikmati bersama.Maka, tak heran jika kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara dewasa ini, sarat dengan kepentingan individu dan kelompok, rasa nasionalisme terasa sudah lenyap.Kita memang tak bisa begitu saja menyalahkan perilaku masyarakat seperti itu.Sebab sebagian besar dari mereka memang tidak pernah belajar, tidak pernah memahami atau mengerti konsep nasionalisme, karena tidak pernah mempelajarai arti sesungguhnya dari bela negara. Buat mereka, itu adalah urusan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Memang sungguh memprihatinkan.
Bagaimana sikap pemerintah? Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan menyelenggarakan pelatihan kesadaran Bela Negara bagi pelatih pembina pramuka di wilayah Jabodetabek Tahun Ajaran 2011, Rabu, 8 Juni, di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari sejak 7-10 Juni 2011 (besok) itu dihadiri sedikitnya seratus pelatih pembina pramuka di wilayah Jabodetabek dan Banten dibuka Ses Ditjen Pothan mewakili Dirjen Pothan
Apakah bela negara itu? Bela Negara adalah kewajiban dasar manusia.Juga kehormatan bagi tiap warga negara yang penuh kesadaran, tanggung jawab dan rela berkorban kepada Negara dan bangsa. Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, pernah mengatakan, karakter bangsa adalah watak atau sifat hakiki suatu bangsa.Sedangkan jatidiri bangsa merupakan cirri khas yang dimiliki oleh suatu bangsa yang membedakan dengan bangsa lain.
“Karakter bangsa Indonesia itu tercermin dalam sila-sila Pancasila.Sedangkan jatidiri bangsa terejawantahkan dalam Bhinneka Tunggal Ika,” kata Purnomo.
Bela Negara merupakan tekad, sikap, perilaku, dan tindakan warga negara dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI.Nilai-nilai yang dikembangkan dalam bela negara adalah cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara. Yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban bagi bangsa dan Negara serta memiliki kemampuan awal bela Negara.
Salah satu strategi dalam membangun daya tangkal bangsa untuk menghadapi kompleksitas ancaman ini adalah melaksanakan revitalisasi pembinaan kesadaran bela negara kepada setiap warga negara. Strategi itu akan terwujud bila ada keterpaduan penyelenggaraan secara lintas sektoral, sebagai wujud tanggung jawab bersama pembinaan SDM untuk mewujudkan keutuhan dan kelangsungan hidup NKRI.
Diharapkan ada kesepahaman bahwa pembinaan kesadaran bela negara sebagai upaya membangun karakter bangsa yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional. Juga dapat diprogramkan pada setiap institusi pemerintah dan non pemerintah.Begitu pula dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) bisa melaksanakan sesuai aturan yang berlaku.Demi suatu tujuan, yaitu nasionalisme, cinta tanah air, dan kedamaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar